Dreams Come True. What's Next?

cruising milford sound

Dua tahun lalu, saya menulis di blog ini kalau saya pengen banget melakukan perjalanan ke New Zealand, terutama Milford Sound. Well, impian itu terlaksana awal bulan ini.

Saya percaya sekali dengan impian atau cita-cita. Kalau kita punya impian, menuliskan, mencari jalan dan berusaha dengan sadar mencapainya, dengan kuasa Tuhan akan tercapai. Ketika saya menuliskan rencana perjalanan dua tahun lalu, saya tidak tahu bagaimana dan kapan saya bisa kesana, dan terutama pakai duit apa :p

Tahun ini saya banyak sekali traveling, mewujudkan impian saya yang terpendam sejak dulu. Harus diakui, tidak mudah traveling dengan membawa keluarga dengan dua precils. Selain anggaran yang membengkak (tiket pesawat kalikan 4, penginapan tambah extra bed, beli makan kalikan 4), juga kerepotan mengurus si kecil yang masih 3 tahun. Terus terang kadang saya iri kalau membaca cerita atau pengalaman teman-teman yang berpetualang/backpacking keliling dunia. Pantes saja bisa bebas jalan-jalan, belum punya anak sih, begitu gerutu saya dalam hati.

Kemudian saya sadar, bahwa mungkin ada ratusan, ribuan atau mungkin jutaan (kalau di Indonesia) Ibu-Ibu yang sama seperti saya: pengen jalan-jalan (keliling dunia) tapi nggak bisa atau takut repot karena harus bawa anak. *triiiing* *ada bohlam menyala di atas kepala saya* I should write about that!

Begitulah cerita kelahiran blog traveling saya, enam bulan yang lalu. Traveling Precils lahir untuk tempat saya berbagi cerita dan tips jalan-jalan dengan membawa anak (alias the precils). Cerita liburan keluarga kami keliling Australia dan New Zealand saya ceritakan semua di blog tersebut. Termasuk tips mencari tiket pesawat murah, penginapan yang cocok untuk keluarga dan contoh-contoh itinerary jalan-jalan di Sydney, Melbourne, Brisbane, Gold Coast, Tasmania dan kota-kota lain di New Zealand.

Ternyata saya sangat menikmati menjadi travel blogger ini. Pelan-pelan blog saya mulai punya pembaca. Pelan-pelan ada yang menyapa lewat email menanyakan beberapa tips atau sekedar menyampaikan terima kasih karena blog saya sudah membantu mereka merencanakan perjalanan. Saya diam-diam tersenyum kecil ketika melihat pertanyaan yang di-google pembaca blog saya sama dengan judul artikel. Cerita saya sama persis seperti yang mereka cari.

Mengapa saya memutuskan menulis dalam bahasa Indonesia? Karena konten bahasa Indonesia (yang bermutu) di internet masih sangat sedikit. Saya sendiri merasa sangat kesulitan ketika mencari-cari artikel cerita tentang tempat wisata di Indonesia yang ramah untuk keluarga. Sebenarnya ini peluang juga sih, insyaallah kami akan keliling Indonesia begitu back for good dari Sydney tahun depan dan tentu menuliskan ceritanya di blog.

Mampir yah...
TRAVELING PRECILS

A.K.

Comments

riska tania said…
wah aku excited banget pengen baca blognya. kebetulan akhir-akhir ini sedang berkontemplasi mengenai hal yang kamu tulis di atas, pengen jalan-jalan tapi pusing mikirin keribetannya. padahal anakku baru satu, hehe. segera meluncur ke blognya!
ade kumalasari said…
makasih Riska. moga2 menginspirasi ya :)

Popular Posts