Audacity of Hope Versi Saya

Menulis resolusi tahun baru selalu membuat saya bersemangat sekaligus stres. Bersemangat karena saya hobi mengkhayalkan mimpi-mimpi yang akan saya capai. Stres kalau mendapati apa yang saya targetkan tahun lalu meleset.

Dua target saya tahun lalu BELUM terwujud.

Namun - Tuhan Maha Adil - tahun ini saya mendapat limpahan berkah yang luar biasa. Nino dan saya diamanati bayi cantik nan lucu: Ayesha Leilani. Sekarang ini saya diberi kesempatan untuk menjadi ibu fulltime. Saya gembira sekali kalau melihat hasil "hanya ASI" yang saya berikan ke Ayesha selama enam bulan ini. Ayesha tumbuh sehat, montok dan jabrik (yang terakhir ini, apa ada hubungannya dengan ASI? ).


Saya tidak mengatakan bahwa menjadi ibu menjadi penghalang untuk cita-cita saya yang lain. Malahan saya diberi kesempatan untuk belajar menjadi lebih dewasa, lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih rendah hati. Mungkin, umpamanya, menjadi ibu itu bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu ...

Tahun depan, kami sekeluarga mendapat tantangan baru untuk kembali tinggal di negara tetangga (sebelah bawah kanan dikit). Untuk tiga tahun ke depan saya otomatis belum bisa mewujudkan impian saya mendirikan bisnis. Tapi semoga saja proyek novel keempat saya akan terwujud. Amien.

Cita-cita saya sekarang sederhana saja: Dalam tiga tahun ke depan saya (dan nino) akan menunaikan ibadah haji dan mendapatkan satu milyar (rupiah) pertama kami. Insyaallah, Tuhan Maha Mengabulkan.

A.K.

Comments

BrĂ©cs Man said…
selamat ya De...
**satu milyarnya gimana caranya tuh? :D
Vergie Rifky said…
selamat juga...anaknya lucu banget...
Dini Rachmawati said…
mas nino mau kuliah s3 ya? good luck
ade kumalasari said…
ada deh caranya... ntar saya bagi2 cerita kalau sudah sukses
Yori Herwangi said…
semoga tercapai semua yg dicita-cita-kan...mau ke oz lg ya...?senengnya...sukses ya..
ade kumalasari said…
makasih yori...
mbak, liat tulisanku dong...di http://babadwanagung.blogspot.com
matur nuwun...

Popular Posts