Aroma Coffe Festival, 23rd July 2006



Pertama aku baca pengumuman ttg acara ini di brosur, aku udah 'ngecim' untuk datang ke sana, mumpung gratis. Aku pernah baca juga ttg festival kopi ini tahun lalu di Kompas. Ah, nggak nyangka bisa bener2 ada di sana. Ternyata festival ini emang agenda rutin tiap tahun. Tempatnya di The Rock, seberangnya Opera House. Di sana ada beberapa stand kopi dari seluruh penjuru dunia. Di samping itu juga ada beberapa panggung untuk menampilkan musik dan tarian. Aku nggak tahu banyak tentang kopi dan nggak begitu suka kopi, tapi aku suka nyicip2 dan mencoba segala hal yg baru. Aku juga suka keramaian (gak seperti Nino).  Irene (Nino's cousin) pecinta kopi, tahu banyak tentang kopi dan bisa bikin bermacam2 kopi. Dia ngajarin kami cara2 bikin kopi. Sementara Didi dan aku nonton tarian Africa di panggung utama, mereka berdua nyariin kopi. Irene ngasih kami kopi dari stan Voodo yg paling dekat dg panggung utama. Mereka pakai kopi arabica yg diperoleh dari berbagai negara, termasuk dari sumatra. Voodo ini menerapkan sistem fair trade, yaitu mereka memastikan bahwa kopi yg mereka beli dari negara dunia ketiga (yg tentu saja termasuk Indonesia) berasal dari petani2 yang terbayar keringatnya. Aku nyobain kopi espresso sementara Nino kopi dengan Mocca. Ternyata, aku lebih suka kopi yg lebih kuat kopinya, yg campurannya sedikit dan tidak terlalu manis. Sementara Nino (dan Didi) lebih suka yang manis.


See, I can be very happy with a cup of coffe. Thanks Irene for taking us there.


 


A.K.

Comments

Sahabat Telapak said…
artikelnya saya link di : http://sahabattelapak.multiply.com/journal/item/30 silahkan mampir di cafe telapak di samping pool bus airport bogor. tengkyu peri2 mat. salam, djuni

Popular Posts