Friday, September 02, 2016

RESEP Baked Rosemary Chicken


Hai, pengen punya alternatif masak ayam selain digoreng? Bisa coba resep ayam yang satu ini, dipanggang pakai oven dengan minyak sedikit. Cara bikinnya gampang dan pasti jadi, hehehe. Bumbunya tinggal pyur-pyur doang. Step-by-step diperagakan oleh Little A ya. Ide resep ini dari suhunya masak-memasak, adik saya yang alisnya kece badai: @diladol.
 
BAHAN
4 pcs chicken thighs

1 lemon, squeeze
1 tbs olive oil
1 tsp garlic powder
1 tsp rosemary
1 tsp black pepper
1 tsp salt

tsp = tea spoon = sendok teh = sdt
tsb = table spoon = sendok makan = sdm

Thursday, September 01, 2016

RESEP Banana Cake Anti Gagal



Resep ini magic banget buat saya. Soalnya dari semua resep banana cake atau banana bread yang pernah saya coba, yang satu ini selalu berhasil, nggak pernah gagal. Bahan-bahannya pun gampang banget didapat. Kalau ada bahan yang nggak ada, bisa diganti dengan bahan lain, dan ajaibnya, tetap berhasil jadi banana cake yang lezat. 

Anak-anak pun bisa mengerjakan resep ini. Mereka bisa menakar bahan dan mencampur, sementara Emaknya tinggal bantuin masukin adonan ke oven. Alat untuk membuat kue ini juga nggak aneh-aneh, bahkan nggak perlu mikser, cukup diaduk biasa. Cuma perlu oven aja sih. Saya pakai oven listrik kecil merk Kirin. Kurang dari satu jam, kami bisa bikin tea party di teras belakang :)


Wednesday, August 31, 2016

Proyek Beres-Beres Isi Lemari: Capsule Wardrobe Inspiration


Hellooo Spring...
Lupa kalau di Indonesia adanya musim kemarau sama musim penghujan :p Pagi ini Si Kakak aka Big A pas sarapan bilang, "Welcome September, welcome spring." Dia terkesan banget sama spring di Ostrali karena tiap September biasanya dia kena hayfever, alergi sama pollen. Dan saya jadi ingat kebiasaan saya beres-beres isi lemari ketika musim semi tiba. Packing baju winter, keluarin baju bunga-bunga dan warna cerah.


Trus saya ingat lagi rencana saya untuk membuat capsule wardrobe. Udah dari dulu kala nih niatnya, tapi nggak sempat-sempat terus. Pernah dengar tentang Capsule Wardrobe? Intinya sih, lemari pakaian yang isinya cuma 33 barang, termasuk sepatu dan aksesoris (matek), yang bisa digunakan sepanjang musim (tiga bulan). Kalau ada empat musim, berarti bikin koleksi 4 kapsul yang isinya 33 barang aja. Untungnya baju dalam dan baju olahraga nggak perlu dimasukkan dalam hitungan yang 33 itu *lega*. Kalau mau baca-baca lebih lanjut tentang capsule wardrobel, bisa klik di sini, sini, dan sini.

Tuesday, August 30, 2016

Inspirasi Dapur Mungil Fungsional

Dapur ini ukuran 2x 2,25 m doang :p

Lihat foto-foto dapur bersliweran di medsos jadi pengen pamer dapur juga. Ya gimana lagi, hasrat pamer menyeruak, tapi nggak ada yang bisa dipamerkan. Maklum yah, emang saya jarang masak. Jadi kalau ditantang pamer dapur, ayo! Ini dapurku, mana dapurmu? :D

Meski cuma mungil, ukuran 2 meter x 2,25 meter, perjuangan mendapatkan dapur ini tidak gampang. Setelah kami pindah ke Surabaya, baru dua tahun kemudian rak-rak dapur ini jadi. Jadi selama dua tahun, acara ngedapur saya kayak dapur pengungsian, hahaha. Gak papa sih, alhamdulillah sudah punya dapur sendiri.


Dengan luasan yang nggak seberapa dan dana terbatas, saya harus pinter-pinter ngatur tata letaknya. Jadinya dapur ini cukup jadi dapur fungsional saja sesuai kebutuhan saya. Laci-laci dapur juga cuma saya buat untuk yang di bawah saja, sementara atasnya cukup dengan satu papan kayu, dipasang sekeliling dapur. Laci-laci untuk tempat piring dan gelas/mug kering, wadah plastik ala-ala tupperware, dan wadah kaca ala-ala pyrex. Lemari dapur yang di pojokan untuk menyimpan bahan makanan kering dan alat masak yang (lebih) jarang dipakai, seperti panci besar, loyang-loyang, alat bikin mie (?), dll.

Meski sederhana, saya cinta banget sama dapur ini karena sebagian isinya barang-barang kenangan dari Ostrali dulu, waktu dapurnya lebih mentereng, tapi masih ngontrak :p Apa aja sih isi dapur ini, peralatan masak dan pernik-perniknya? Yuk kita intip yah.

Sunday, June 05, 2016

KENANGAN RAMADAN DI NEGERI SEBERANG

Saya dan Big A, lebaran 2006, Dulwich Hill, NSW
Sering terjadi, saya bisa lebih menghargai sesuatu yang saya miliki atau alami setelah saya tidak memilikinya atau mengalaminya lagi. Seperti kenangan saya berpuasa di negeri yang penduduknya bukan mayoritas muslim. Kami sekeluarga sudah melewati lima ramadan di negeri Kanguru. Di tahun pertama, saya merasa nelangsa karena ramadan nggak ada gregetnya. Saya sampai bela-belain membuat kolak di hari pertama meski akhirnya hanya saya yang doyan :p Saya menangis di malam lebaran karena tidak mendengar takbir. Ini jadi lebaran nggak sih? Baru pagi harinya setelah melihat rombongan bapak ibu dengan batik kembar menuju tempat salat Ied, saya baru yakin kalau ini lebaran beneran. Di tempat salat yang digelar oleh komunitas masyarakat Indonesia di Sydney, hampir semua memakai mukena warna-warni, Indonesia banget :)


Saturday, June 04, 2016

"LHO MASIH KECIL KOK SUDAH KELAS 2?"

Little A with her boots :)
Itu komentar spontan orang-orang yang kaget melihat ukuran tubuh Little A yang mini, lebih kecil dari ukuran 'normal' teman sebayanya. Biasanya dilanjutkan dengan gumaman, "Kukira masih TK." Kalau mendengar yang seperti ini, saya nggak bisa menyembunyikan ekspresi takjub saya. Orang ini mikir nggak kalau ucapannya di depan anak saya langsung bisa menyakiti perasaannya. Little A sempat minder karena ukuran badannya yang kecil. Dia tambah sedih karena orang dewasa terang-terangan mengatakan kalau dia kecil. 

Ini salah satu reverse culture shock yang harus dia atasi, karena kebiasaan orang-orang di Sydney, apalagi yang belum kenal dekat, pasti hanya mengatakan hal-hal baik di depan anak. Misalnya memuji pilihan baju atau gaya rambutnya hari ini, atau bilang kalau wajahmu kelihatan cerah pagi ini. Little A pernah mengeluh kalau di sini orang jarang memuji, lebih sering mencela.

Saya katakan padanya untuk menerima kenyataan kalau berat dan tinggi badannya memang segitu. Tapi tidak perlu minder dan khawatir karena ukuran orang memang berbeda dan dia punya kelebihan lain. Selanjutnya kalau ada yang berkomentar kalau dia kecil, dia akan jawab sendiri, "tapi aku anak pintar lho." Biasanya si komentator bakalan salah tingkah dan malu sendiri.

Sekarang saya sudah siapkan jawaban kalau menerima komentar seperti itu. "Bu, yang Anda katakan pada anak saya itu... jahat!"

~ A.K.

Tuesday, May 24, 2016

HEMAT AIR

 
Pagi ini kami kedatangan petugas pemeriksa meteran air PDAM. Anak baru kayaknya. Yang menerima suamiku.
"Nggak normal ini, Pak," kata petugas.
Kami memang sangat hemat air. Tagihan per bulan rata-rata Rp 15.000. Sementara tetangga sebelah (aku pernah nguping) tagihannya sampai 5x lipat.

"Kami nggak pakai bak mandi, Mas. Mandinya pakai shower," suamiku menjelaskan. Males kan dituduh nyolong air.
"Masih nggak normal itu, Pak," gumam petugas sambil melihat rumah kami yang (terlihat) besar.

"Oh, ada sumur di belakang."
"Oh, kalau itu normal."


=====
Suamiku pinter deh. Mending bilang ada sumur di belakang (memang ada, cuma gak dipakai) daripada harus menjelaskan kalau kami jarang mandi, jarang mencuci baju, jarang menyiram tanaman, jarang memasak, hampir gak pernah mencuci mobil, minum pakai air galonan.

Sungguh tidak normal :p

~ A.K.

Tuesday, May 17, 2016

SELAMAT HARI BUKU


Ini buku-buku yang pernah saya tulis, baik sendirian maupun keroyokan. Satu buku lainnya tentang family backpacking di Australia sedang dalam proses produksi. Semoga koleksi ini segera disusul terbitnya buku Little A dan Big A. Yang artinya saya harus lebih produktif lagi menulis, karena anak-anak (saya) gak bakalan mau 'disuruh' nerbitin buku kalau Emaknya sendiri mandul sebagai penulis.

Ayo, jangan takut membaca dan kemudian menulis.


~ A.K.

Sunday, May 15, 2016

NGAPAIN SEKOLAH LAGI?


Iya juga ya, ngapain nambah-nambah perkara, keluar dari zona nyaman? Toh kebutuhan hidup sudah terpenuhi, hobi traveling juga bisa diwujudkan.

Lalu saya ingat tujuan saya dulu cari perkara dengan kuliah lagi di Universitas Terbuka. Selain ingin memperbaiki 'hal-hal yang tidak selesai' di kuliah saya terdahulu, saya juga ingin menjadi role model yang baik bagi anak-anak saya. Bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar (klise tapi bener adanya). Bahwa ada kesempatan kedua kalau kita mau mengambilnya. Bahwa tidak ada salahnya kamu mengikuti passion-mu.

Bahwa hidup kadang harus melewati jalan memutar. No worries, kita akan tetap sampai asal tidak berhenti melangkah.


~ A.K.

Sunday, April 10, 2016

WATER SAFETY


Saya baru saja membaca berita ada dua anak mati tenggelam di kolam renang salah satu hotel di Surabaya. Ibunya asyik main hape di tepi kolam.

Mak deg!

Tanpa perlu merundung si ibu yang pasti sangat menyesal, peristiwa ini hendaknya jadi peringatan untuk kita semua. Ini yang sebaiknya diperhatikan/dilakukan orang tua. Self reminder untuk saya juga.

1. Anak-anak adalah tanggung jawab kita, ada atau tidak ada penjaga kolam.
2. Anak yang belum bisa berenang sebaiknya di kolam kecil, maksimal air setinggi dada. Selalu awasi kalau kita tidak ikut nyemplung ke air. Foto-foto secukupnya, setelah itu simpan hape.
3. Minimal satu ortu, bapak atau ibu ikut nyemplung. Meski saya bisa berenang, saya hanya akan bawa Little A di kolam besar kalau saya bisa berdiri tegak, air maksimal seleher.
4. Usahakan belajar berenang, baik untuk anak maupun ortu. Ibu-ibu tidak perlu malu belajar berenang setelah dewasa. Sekarang juga sudah banyak kolam untuk perempuan dan baju renang untuk muslimah yang longgar dan tidak ketat. Menurut saya, keselamatan kita dan anak-anak kita di air lebih penting daripada segala alasan yang membuat kita enggan belajar berenang.

*Maaf baper. Setiap kali ada berita orang tenggelam, saya selalu ingat sahabat masa kecil saya yang tenggelam di kolam saat kami masih kelas 1SD.

~ A.K.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...